Kolaborasi dan Sinergi UPTD PPA Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tasikmalaya
Tasikmalaya – Pemerintah Kota Tasikmalaya menerima kunjungan rombongan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya pada Selasa, 10 Februari 2026, dalam rangka menindaklanjuti kasus child grooming yang menjadi perhatian publik.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan verifikasi terhadap dugaan pelanggaran hak anak serta memastikan proses pendampingan dan pemulihan korban berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Nurjaman, S.H., M.H., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
“Kasus ini menjadi perhatian serius kami. Perlindungan terhadap hak anak harus dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, agar korban mendapatkan pendampingan yang optimal,” ujar Nurjaman.
Sementara itu, pada Rabu, 11 Februari 2026, Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Kota Tasikmalaya menyambangi UPTD PPA Kota Tasikmalaya dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi program perlindungan perempuan dan anak.
Kunjungan KOPRI PMII tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi, berkoordinasi terkait rencana kegiatan, serta membangun kerja sama dalam pemberian layanan bantuan dan perlindungan bagi perempuan dan anak. Selain itu, KOPRI PMII juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui pertemuan ini, KOPRI PMII Kota Tasikmalaya menyampaikan komitmennya untuk siap bekerja sama dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh UPTD PPA Kota Tasikmalaya, baik dalam bidang pendampingan, edukasi, maupun penguatan peran masyarakat. Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendukung penguatan layanan perlindungan perempuan dan anak serta mendorong kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.
Sumber : Humas Kominfo
SHARE:
