Dinas Kesehatan Perkuat Layanan dan Penanganan Stunting, Wali Kota Targetkan UHH 75,81 Tahun di 2027
Tasikmalaya — Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya memegang peran strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia Kota Tasikmalaya yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya dalam agenda bersama jajaran Dinas Kesehatan, Senin (23/2/2026) pukul 08.00 WIB.
Salah satu indikator utama peningkatan kualitas SDM adalah Usia Harapan Hidup (UHH) yang ditargetkan mencapai 75,81 tahun pada 2027. Adapun realisasi tahun 2025 telah mencapai 75,66 tahun. Sementara itu, prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 15,73 persen pada 2027, dari capaian tahun 2025 sebesar 18,31 persen.
Dalam bidang pelayanan kesehatan, Kota Tasikmalaya patut bersyukur telah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Pemerintah Kota menargetkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan mencapai 100 persen pada 2027. Meski demikian, tantangan penonaktifan kepesertaan JKN-KIS oleh pemerintah pusat menjadi perhatian serius. Untuk itu, Wali Kota meminta Dinas Kesehatan bersama Dinas Sosial agar aktif memfasilitasi reaktivasi kepesertaan JKN-KIS ke pemerintah pusat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sejumlah persoalan prioritas juga menjadi fokus penanganan. Pada tahun 2025 tercatat 9 kasus kematian ibu dan 73 kasus kematian bayi. Di bidang gizi, jumlah balita stunting mencapai 5.789 anak dengan rerata prevalensi hasil pengukuran ePPGBM sebesar 15,576 persen.
Di sektor kesehatan lingkungan, meskipun Kota Tasikmalaya telah mencapai status ODF 100 persen, capaian tersebut masih dalam kategori komitmen sehingga upaya penuntasan sanitasi dan kesehatan lingkungan tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.
Selain itu, penanganan penyakit menular dan tidak menular juga menjadi perhatian, terutama Tuberkulosis (TBC) yang menjadi fokus pemerintah pusat. Upaya penemuan kasus dan pengobatan TBC perlu diperkuat secara masif dan terintegrasi.
Untuk mendukung Program Prioritas Tasik Gemas, beberapa langkah strategis yang harus menjadi perhatian antara lain pemberian makanan tambahan dan suplemen bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri; peningkatan pelayanan kesehatan anak melalui kartu anak sehat; penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan; serta pemenuhan jaminan kesehatan nasional, khususnya bagi masyarakat miskin.
Melalui sinergi dan kerja kolektif seluruh pihak, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis kualitas layanan kesehatan akan semakin meningkat, sejalan dengan visi menghadirkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Sumber : Humas Kominfo
SHARE:
